SATU PURNAMA
Purnama datang jumpakan sejoli Masih tunggal, jejaknya halus belum tragedi Tidakkah Adam-Hawa saling mengisi? Hingga teguh berdiri meski topan menari-nari Tidakkah Adam-Hawa saling berbagi? Hingga hembusan nafas di pipi hangat sampai ke hati Tenang.. masih merah warna pelangi Bayi pun belum tumbuh gigi Kiranya kelak kita kian taut jemari Erat.. Erat.. Berapa purnama pun kita ladeni