Sang Editor


Kalau memang bisa pun, rasanya tak ingin dari dulu. Dan memang belum bisa sampai sekarang..
Entah, mungkin akan jadi seperti "Hesty" dalam kisah itu, meski selalu berharap jadi "Fatimah"
Atau mungkin biarkan saja berbeda menjadi "Keke" yang masih begitu kabur
Alur tak jelas yang rumit dan entah akan maju atau habis
Yang masih senantiasa di edit oleh Sang Editor sampai kapan pun
Yang mungkin hanya terpatri dalam lembaran pribadi
Berharap tak ada tokoh baru tampil kemudian, tapi entah..
Semua tergantung Sang Editor..
Yang jelas, diri tetap menulis, merangkai kata demi kata, membuat fenomena jadi kisah, ditemani Sang Editor Terbaik Sepanjang Masa
Yang tak hentinya mengubah yang salah jadi baik, yang kurang tepat jadi baik, yang menikung berputar arah, yang terjerembab kembali bangkit
Begitulah, Maha Baik, bukan? Maka tak salah berangan, berandai, tentang plot seperti apapun. Toh, akan selalu diubah menjadi lebih manis..
Diedit sedemikian rupa dengan penuh cinta dan kasih sayang. Meski awal dan akhir yang samar itu telah ditentukan..
Namun, teruslah menulis.. atau diketik mungkin..
Dalam halaman-halaman yang telah disediakanNya
Tetaplah bermimpi dengan penuh harap dan kepercayaan. Tak ada yang salah
Namun, hey, tak sesuai kah?
Bergembiralah, itu memang yang terbaik.. buatku, buatmu, buat kita semua. Itu yang paling pas.
Dari Sang Editor Penuh Kasih, teruntuk kita yang Dicinta.
Indah bukan? Maka, tersenyumlah ☺
Berikan senyum terindah untukNya, di manapun kapanpun..
Karena Sang Editor tak pernah terpejam, tak pernah melupakan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tes Kesehatan di Manado untuk Pengangkatan PNS

Perjuangan Tuan yang Tak Terlupa

Itakiss (Part II)