Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Itakiss (Part II)

Gambar
Sepuluh tahun setelah live action Jepang ditayangkan, Taiwan pun membuat tv series dengan cerita sejenis. Judulnya " It Started with a Kiss " pada tahun 2005. Ariel Lin (291082) berperan sebagai Kotoko (Yuan Xiang Qin) dan Joe Cheng (190682) sebagai Naoki (Jiang Zhi Shu). It Started with a Kiss atau disingkat dengan ISWAK tayang dalam 30 episode.  Gue tidak mengikuti ISWAK dari awal sampai akhir. Hanya nyomot-nyomot episode karena kurang menarik bagi gue. Meskipun banyak orang yang suka dengan Itakiss versi Taiwan ini. Subjektif sih alasannya, gue kurang suka Kotoko yang diperankan oleh Ariel Lin. Sangat annoying , dan kesannya Kotoko-nya bodoh banget gitu, ga ada imut-imutnya. Apalagi ceritanya jauh lebih banyak konflik dibanding komiknya, plotnya lebih lambat, sehingga cerita terasa sangat panjang. Kalo masalah akting dari pemeran Naokinya sih, lumayan, standar laah.  Di tahun yang sama, muncul CD dari serial anime Itakiss Jepang. Anime ini memiliki 25 episod...

Itakiss (Part I)

Gambar
Sebagai penggemar dorama, anime, dan komik Jepang, siapa sih yang engga tau tentang Itazura na Kiss?   Shoujo komik legendaris yang terbit pada tahun 1991 ini, sampai 3 kali dibuat live action- nya, meskipun komik tersebut belum tamat sampai kini. Kenapa belum selesai? Bagi fansnya Itakiss -singkatan dari Itazura na Kiss- pasti tau kan alasannya adalah karena pembuat komiknya, Kaoru Tada, meninggal dunia tanpa sempat menyelesaikan komiknya. Tapi heran ga sih, kalo gitu kenapa bisa sampe ada live action- nya segala? Hmm, soal ini gue pribadi juga ga begitu ngerti sih. Mungkin awalnya untuk mengenang dan memberikan penghargaan bagi si pembuat komik. Atau mungkin juga karena banyaknya permintaan yang datang dari fans itakiss agar ceritanya di selesaikan. Mungkiin.. Karena genre komik ini shoujo komik (komik perempuan), tentunya kisahnya ga jauh-jauh dari percintaan remaja. Tokoh utamanya adalah Aihara Kotoko . Dia perempuan yang bodoh tapi lucu, ceria, dan polos. Saat...

L, Murid dan juga Guruku

Pandangan manusia itu terbatas. Hanya memiliki dua mata. Dan hanya bisa melihat ke depan. Tak bisa melihat ke belakang tanpa membalikkan badan. Ketika melihat ke samping kiri, kedua bola matanya menyerong ke kiri. Tak bisa yang satu melihat kiri dan yang satu melihat kanan. Begitu juga ketika melihat samping kanan. Manusia hanya bisa memandang dari satu sisi saja dalam satu waktu. Tak hanya memandang hal yang konkret bentuknya, hal yang tak kasat mata pun seringkali dilihat oleh manusia dari satu sudut saja. Seperti memandang kaitan antara beberapa fenomena. Masing-masing individu memiliki kacamata pandangnya sendiri. Bingkainya pun berbeda-beda, dipengaruhi pengalaman pribadinya ( field experience ). Itulah yang terjadi denganku kali ini. Lingkungan hidupku hingga kini yang baik-baik saja, membuat memori dan pengalaman pribadiku sebaik itu pula. Tak pernah membuatku berpikiran mengenai kenyataan akan eksistensi hal yang sebaliknya atau yang buruk-buruk. Bagaikan tinggal di g...